KELOMPOK BELAJAR TEATER KOTABARU (KBT KOBAR)
Pada awalnya KBT KOBAR merupakan unit kegiatan muda-mudi Katholik paroki santo Antonius Kotabaru sehingga KOBAR merupakan singkatan dari Kotabaru, nama wilayah tempat berdomisili. Seturut waktu nama KOBAR menemukan filosofinya sendiri dari hanya sekedar nama tempat, KOBAR menjadi representasi dari semangat yang ber-KOBAR. Lahir sejak 11 November 1995 membuat KBT KOBAR mengalami pertemuan dengan seniman-seniman teater senior baik lokal maupun internasional, pertemuan saat produksi ataupun sekedar dalam workshop-workshop teater. Hal itu membuat KBT KOBAR lebih serius lagi menggeluti dunia teater.
Dengan bertambahnya pengalaman dan intensitas dalam mengikuti workshop baik dari seniman lokal maupun seniman luar, KBT KOBAR mulai mengembangkan model garapan yang tidak lagi berangkat dari karya sastra tapi berangkat dari riset dan pengolahan isu-isu sosial tertentu. Bentuk garapan KBT KOBAR yang berawal dari garapan-garapan realis pun akhirnya menjadi lebih variatif dengan munculnya bentuk-bentuk physical theatre, hal ini muncul ketika terjadi kejenuhan terhadap gaya penyampaian yang verbal dan serba informatif menjadi bentuk yang mengharapkan munculnya ‘theatre of mind’ di diri penonton. Namun tetap saja teater realis masih dipelajari dalam keseharian latihan KBT KOBAR disamping bentuk-bentuk physical theatre yang diambil dari pakem-pakem tradisi dan tokoh-tokoh teater barat seperti; Grotowsky, Meyerhold.dll.
KBT KOBAR menyadari bahwa Gereja Dunia harus lebih terlibat dalam permasalahan-permasalahan kongkret yang ada sehingga gerakan menggereja harus menjadi gerakan yang universal dan humanis. Pemikiran tersebut meluaskan identitas KBT KOBAR sebagai unit kegiatan muda-mudi Katholik yang banyak terlibat dalam kebutuhan ekaristi dan perayaan hari-hari besar Gereja Katholik KBT KOBAR menjadi kelompok teater inklusif yang lebih terbuka dan lebih banyak bicara tentang isu-isu kemanusian sosial, politik dan kebudayaan.